Start Japanese pedesan dipaksa bayar hutang

Japanese pedesan dipaksa bayar hutang

Hidupnya dihabiskan di internet dengan mencuri identitas orang lain.

Well, di postingan kali ini saya akan memberikan review singkat (mudah-mudahan) dari dua film yang saya tonton belakangan ini. Oto-na-ri (Japan, 2009) Dua tokoh utama film ini sebenarnya memiliki jarak yang sangat dekat, tapi mereka sama sekali tidak pernah saling bertatap muka. Meskipun begitu, mereka tetap menyadari keberadaan masing-masing.

Kebetulan dua film ini memiliki beberapa kemiripan. Ya, dinding tipis apartemen mereka membuat mereka bisa saling mendengarkan bunyi-bunyian yang mereka keluarkan.

Awalnya dia ingin keluar dari pulau tersebut, tapi sedikit demi sedikit ia mulai nyaman dengan kesendiriannya di pulau itu.

Lalu ada seorang perempuan (diperankan Jung Ryeo-won) yang tidak pernah keluar dari kamarnya selama bertahun-tahun.

Sampai suatu hari datang seorang laki-laki pegawai mini market langganannya yang datang ke tokonya dan mengaku sebagai pengagumnya. Mereka sama-sama tidak tahu apakah pilihan yang akan mereka ambil selanjutnya adalah pilihan yang terbaik untuk mereka. Mereka hanya butuh orang lain untuk ada di sisi mereka, untuk mendengarkan, atau untuk bertanya “apakah kamu baik-baik saja?

Masalah yang dialami kedua tetangga ini kurang lebih sama. ” Jika diibaratkan, hubungan mereka berdua sama seperti masalah mereka masing-masing. Tapi bukan berarti mereka tidak akan pernah bisa bertemu. Jika mereka memilih untuk bertemu, mereka akan bertemu.

Hal itu berlaku juga pada masalah yang dialami mereka berdua. Yang paling penting, apakah mereka mau memilih atau tidak?